Kamis, 20 November 2008

UU pers dan UU penyiaran

























































You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

analisis talk show

CAROLIN
915070117
Dasar-dasar Jurnalistik

OPINI TALK SHOW
(Kick Andy)

video

Saya mengambil objek kajian wawancara untuk dianalisis melalui acara talk show pada salah satu televisi swasta di Indonesia, khususnya Jakarta. Nama acara talk show tersebut adalah “Kick Andy Laskar Pelangi Bag 3”, yang diambil dari youtube.com dengan link sebagai berikut:

“http://www.youtube.com/watch?v=hZNWTyJkc48&feature=related”.

Saya berpendapat bahwa jenis wawancara yang ditampilkan pada acara talk show “Kick Andy” adalah cukup baik, karena mendekati pada struktur wawancara yang benar. Keseluruhan yang ditampilkan sangatlah mulus. Mulai dari wawancara pengantar yang jelas, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan yang tidak ada sedikitpun unsur memojokkan/menyudutkan atau sejenisnya, dan sama sekali tidak ada unsur pemotongan pembicaraan oleh pembawa acara, sehingga narasumber bebas mengungkapkan semua hal yang ingin ia sampaikan dan sudah terpenuhi.

Namun segala sesuatu tidak ada yang sempurna, begitu pula yang terjadi pada acara talk show ini. Kekurangan yang terlihat adalah pembawa acara hanya memberikan sedikit sekali argument pada narasumber yang sedang berbicara, khususnya pada wawancara yang terletak diawal-awal siaran, hal ini membuat bosan khalayak/penonton. Baik penonton langsung yang berada disana, maupun penonton yang berada di rumah.

Kekurangan itu tertutupi begitu saja setelah akhir-akhir wawancara ini berlangsung. Pembawa acara mulai mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan unik yang menghasilkan jawaban-jawaban yang bersifat humoris/lucu.

Setelah saya telusuri, memang wawancara yang digunakan sudah sangat benar, namun penempatannya saja yang kurang tepat. Mungkin wawancara sejenis ini lebih baik digunakan saat seorang wartawan berita yang ingin memperoleh banyak sekali informasi, sehingga dapat menulis sebuah berita dengan baik.

Pada acara talk show, sebaiknya letupan-letupan ataupun sedikit argument yang membuat acara menjadi lebih menarik dan meriah itu sangat diperlukan. Jelas terbukti pada acara oprah talk show di Amerika, yang seringkali membuat histeris para penontonnya, membuat acara menjadi lebih hidup.

Mengenai topik dan narasumber yang dipilih, menurut saya target khalayak yang dituju kurang luas lingkupnya. Karena khalayak yang dituju hanyalah orang-orang yang gemar dengan film laskar pelangi, dan setelah film ini tidak lagi populer di Indonesia, maka acara talk show ini pun sudah kehilangan khalayak. Atau dengan kata lain tidak ada seorangpun yang mau menonton siaran ulang pada talk show edisi ini.

Pada acara talk show yang disiarkan oleh acara oprah, banyak sekali manfaat-manfaat, serta pengetahuan-pengetahuan yang belum diketahui secara umum. Dan biasanya diulas secara menarik oleh narasumber dan didukung oleh letupan-letupan dan argument oprah sendiri yang masuk akal, sehingga mampu mencairkan suasana.

Siaran oprah sering kali diulang pada layar televisi kita, namun khalayak yang menonton tetap saja banyak. Dan orang-orang yang sudah menonton pun tidak keberatan untuk menontonnya kembali.

Ketika narasumber mengungkapkan hal-hal yang menyentuh hati atau terkadang sampai membuatnya menangis, maka oprah tidak segan-segan untuk menghampiri dan memeluknya. Tindakan oprah membuat audiencenya menjadi terkagum dan terkadang ikut terbawa untuk menangis. Namun hal ini sama sekali tidak terjadi pada acara talk show kick andy.

sembilan elemen jurnalisme


CAROLIN
915070117

PERSONAL OPINION
(Sembilan elemen jurnalisme)



Buku ini bagus sekali untuk berbagi pengalaman yang sesama profesi (jurnalisme). Disini dijelaskan berbagai cara dalam menghadapi dunia wartawan melalui sembilan elemen. Sembilan itu antara lain adalah :

1. Menyampaikan kebenaran, yaitu seorang jurnalis harus menyampaikan berita dengan benar, sesuai dengan informasi yang ia terima. Dibutuhkan kejujuran dalam menyampaikan informasi.

2. Memegang kepercayaan publik, yaitu seorang jurnalis harus menyampaikan pesan dan memegang teguh kepercayaan pelanggannya. Selain itu jurnalis juga harus memilah dan menentukan bagaimana ia harus menyampaikan informasi dengan benar kepada banyak orang yang heterogen.

3. Disiplin verifikasi, dalam disiplin verifikasi terdapat lima konsep verifikasi :
a. Jangan menambah atau mengarang apapun.
b. Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa, maupun pendengar.
c. Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi anda dalam melakukan reportase.
d. Bersandarlah terutama pada reportase anda sendiri.
e. Bersikaplah rendah hati.

4. Independen, yaitu jurnalis harus sebisa mungkin bersikap independen, tanpa takut dan tanpa tekanan, tanpa konflik kepentingan. Dikatakan juga bahwa jurnalis harus independen dari kelas atau status sosial. Media umumnya melakukan penargetan strategis kepada demografi elite.

5. Memantau kekuasaan dan menyambung lidah rakyat, yaitu memantau kekuasaan bukan hanya terhadap pemerintah saja, tapi juga terhadap kalangan lain yang memiliki andil besar dalam kehidupan bernegara.

6. Menjadi forum publik, yaitu menciptakan sejumlah saluran yang memungkinkan warga berinteraksi.

7. Memikat dan relevan, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan orang dan menyajikan sebuah berita secara menarik dan berisi.

8. Proporsional dan komprehensif, yaitu menggali lebih jauh fakta-fakta dan menyusunnya dalam sebuah konteks. Berita harus mudah dipahami dan sesuai.

9. Berhati nurani, yaitu mengikuti nurani jauh lebih penting daripada apapun yang mereka percayai atau keyakinan apapun yang mereka bawa ke dalam pekerjaan mereka.

Selain kejelasan yang disebutkan diatas, buku ini juga memberikan berbagai cerita atau contoh-contoh berdasarkan pengalaman penulis, sehingga pembaca menjadi lebih mudah mengerti yang dimaksudkan oleh penulis.






You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

Veronica Guerin

CAROLIN
915070117


OPINI
(Veronica Guerin)



Opini saya mengenai film Veronica Guerin ini adalah merupakan film yang bagus sekali, karena mengajarkan kita bagaimana untuk menjadi seorang wartawan sejati. Tidak dibatasi oleh gender, yang artinya bukan berarti seorang wanita tidak sanggup atau mampu untuk melakukan penyelidikan yang sulit untuk mendapatkan berita yang akurat.

Tekad dan semangat juang yang dimiliki oleh Veronica Guerin ini dapat menjadi contoh yang sangat baik untuk diikuti atau diteladani.

Makna yang dapat kita ambil dari film ini adalah segala usaha kita apapun hasilnya pasti ada gunanya. Selain itu kita juga dapat mempelajari satu hal, bahwa seorang wartawan harus pintar dalam menyelidiki suatu hal, yaitu tahu benar akan situasi yang akan dihadapi.

Veronica Guerin ini berperan seperti layaknya detektif pada saat menyelidiki suatu kasus. Ia menyelidiki dengan menggunakan hak wawancara dan kepintarannya. Ia tidak mudah percaya dengan orang-orang yang diwawancarainya. Walaupun sejak awalnya Veronica Guerin memang sudah tahu jawaban dari pertanyaan yang diajukannya sendiri, namun ia tetap menanyakan untuk memperoleh jawaban nonverbal.

Ternyata gerakan nonverbal inilah yang justru merupakan kunci atau jawaban dari sebuah berita. Segala gerak tubuh, mimic muka, serta gerak-gerik yang ditunjukkan oleh orang yang diwawancara inilah yang dapat diambil menjadi sebuah berita.



Liat deh...
Sakin perjuangannya Veronica tuh mantep abizz...
ampe dibuatin monumentnya...








You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

Jumat, 10 Oktober 2008

MPM Melancarkan Sidang Triwulan 2


Sidang Triwulan ini diselenggarakan pada hari rabu, 3 september 2008. Tempatnya di gedung R, lantai M. Acara ini dihadiri oleh banyak perwakilan keorganisasian dari masing-masing fakultas yang terdiri dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa), BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas), DPMF (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas), IMA (Ikatan Mahasiswa), dan juga UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).





Sidang berlangsung pukul 13.00-17.00 WIB, yang dipimpin oleh perwakilan MPM selaku pimpinan sidang dan ditemani oleh wakil pimpinan sidang dan notulensi dengan menggunakan almamater Universitas tarumanagara. Berikut pula semua tamu yang diundang dan para anggota diperkenankan untuk menggunakan alamamater sebagai perhormatan terhadap acara yang sedang dijalankan. Setiap harinya sidang berlangsung selama 4 jam, berikut dengan pending yang diputuskan oleh pimpinan sidang untuk istirahat makan siang.


Sidang yang diadakan ini bertujuan untuk merevisi kembali atau mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilakukan oleh aktifis Universitas Tarumanagara, melalui UKM maupun organisasi. Dengan harapan agar mahasiswa Universitas Tarumanagara dapat lebih kreatif dan lebih baik lagi, serta kegiatan yang dijalankan pun lebih bermutu dan berguna bagi orang banyak, khususnya mahasiswa Universitas Tarumanagara, baik yang tergabung dalam kegiatan tersebut maupun yang tidak bergabung sekalipun.


Hasil sidang triwulan satu telah menghasil sebuah ”juplak” yaitu petunjuk pelaksanaan. Namun juplak ini belum disahkan, karena masih memiliki beberapa pasal-pasal yang terlihat janggal atau rancu, maka masih perlu diperbaiki atau direvisi kembali. Maka dari pada itu dalam sidang triwulan dua ini, semua tamu dipersilahkan untuk memberikan pendapat-pendapat serta masukan-masukan agar juplak ini menjadi lebih sempurna. Dan kemudian setelah semuanya sempurna barulah juplak dapat disahkan.



Selain membahas mengenai kegiatan-kegiatan seputar Universitas Tarumanagara, para undangan juga dipersilahkan untuk membahas mengenai ADRT (Anggaran Dasar Rumah Tangga). Hal ini sengaja dilakukan untuk menghemat waktu pembicaraan pada sidang umum bulan november nanti. Karena mengingat peristiwa beberapa tahun silam yang membahas ADRT saja pada saat sidang umum dan juga tidak terselesaikan, sehingga belum mencapai kesepakatan atau pun pengesahan keputusan akhir. Peristiwa seperti itu harus dihindari, karena sidang tersebut dapat disebut gagal. Jelas saja bahwa sidang apapun jika tidak mencapai suatu hasil ataupun sebuah keputusan yang memuaskan dan tidak mencapai suatu tujuan bersama adalah sebuah persidangan yang gagal atau tidak mencapai kesuksesan.


Sampai sore hari ini situasi persidangan tidak terlihat adanya keributan sedikitpun. Maka dapat disimpulkan bahwa sidang Triwulan kali ini telah berjalan dengan sukses. Namun karena pembicaraan belum mencapai kesepakatan karena keterbatasan waktu, sidang akan dibuka kembali besok pada hari kamis, 4 september 2008 yang bertempat di gedung R lantai M, pukul 13.00-17.00 WIB.



CAROLIN

915070117









You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

makalah sejarah online

Tugas I Dasar-dasar Jurnalistik

Laporan yang Disusun untuk Melengkapi

Tugas I Dasar-dasar Jurnalistik

Semester Ganjil – 2008

Oleh :

Carolin (915070117)

She Ryana (915070023)

Maria Fransiska (915070048)

Yuliana (915070145)

Astri (915070177)


Universitas Tarumanagara (kampus I)

Fakultas Ilmu Komunikasi
Jl. Letjen S. Parman No 1
Gedung Utama Lantai 11





BAB I

(Sejarah Internet Indonesia/Media Online)


I.I Sejarah Internet Indonesia


Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet.


(Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.)


I.II Berita pertama keberadaan internet pada media cetak


Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.


I.III Awal Inspirasi tulisan Internet Indonesia


Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), dll berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m.



BAB II

(Tokoh-tokoh dibalik terbentuknya media online di Indonesia)


II.I Robby Soebiakto


Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.


II.II RSM Ibrahim


RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC.


II.III Muhammad Ihsan


Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.


II.IV Firman Siregar


Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.


II.V Putu dan Tungki


Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta. Putu sangat beruntung mempunyai menteri Tungki yang "maniak" IT dan yang mengesankan dari Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.


II.VI Suryono Adisoemarta


Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.



BAB III

(Perkembangan internet/media online)



III.I Internet Service Provider Indonesia


Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI.


Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.


III.II E-COMMERCE


Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.


III.III Lahirnya Jurnalisme Online


Online jurnalism atau lebih dikenal dengan nama jurnalisme online lahir pada tanggal 19 Januari 1998, ketika Mark Drugde membeberkan cerita perselingkuhan presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky atau sering disebut ”monicagate”.


III.IV Perkembangan Jurnalisme Online di Indonesia


Perkembangannya dimulai dengan kemunculan situs bernama www.detik.com. Situs ini muncul sebagai representasi perlawanan ”ketidakbebasan” pers yang didukung oleh penguasa orde baru. Kemunculannya pun dikarenakan pertimbangan bahwa tidak ada kemungkinan untuk di bredel atau di hentikan arus informasinya melalui jaringan internet.


III.V Jurnalisme Memiliki Pengaruh Terhadap Lapangan Kerja di Indonesia


Melalui jurnalisme online proses pertukaran informasi terjadi secara cepat dan kerja sama yang dilakukan oleh beberpa perusahaan pun menjadi lebih mudah, khususnya bagi industri komunikasi Indonesia.


III.VI Iklan adalah kuncinya


Perolehan iklan di media online yang cukup menggiurkan dipakai untuk perawatan dan pemeliharaan server dan jaringan “fakta” harga iklan.Detik.com mampu menampilkan 1-3 iklan dalam satu halaman, dengan total 24 halaman. Sementara media cetak dapat memuat12-20 iklan dalam satu halaman.(Sumber:detik.com)



BAB IV

(Beberapa Pengertian)


IV.I Pageviews


Permintaan dari pengunjung internet untuk mengakses sebuah halaman dari sebuah situs/blog. Ini kontras dengan hit, yang merequest sebuah file dari web server. Semakin banyak pengunjung membuka blog tersebut, semakin sukses/berhasil blog tersebut. Contohnya, seorang mahasiswa membuat blog tentang dosen galak. Semakin banyak orang lain mengakses blog mahasiswa tersebut, makin sukses blog itu.


IV.II Unique Visitors


IP yang mengakses situs/blog tersebut. Secara harafiah adalah keanekaragaman atau variasi pengunjung yang mengakses suatu website. Setiap unit komputer masing-masing browser memiliki IP address yang berbeda. Suatu situs dikatakan sukses jika jumlah variasi IP atau bisa dikatakan pengunjung semakin banyak dan bertambah dari waktu kewaktu. Contohnya, suatu web komunitas dapat dikatakan berhasil jika web tersebut memiliki jumlah member tetap dan bertambah dari waktu ke waktu. Ini berhubungan dengan hit dari tiap-tiap pageview. Semakin banyak IP address akan mempengaruhi hit dan frekuensi tiap-tiap pageviewnya. Kesuksesan suatu web bisa dilihat dari kedua hal ini.


IV.III Hits


Hits itu adalah banyaknya data yang keluar sesuai dengan kondisi atau permintaan yang kita akses. Contoh, saat kita membuka google, lalu kita memasukan keyword ‘surat kabar’ lalu keluar sekitar 100 site atau informasi tentang surat kabar. Seratus site itu biasa disebut 100 hits.


IV.IV Citizen Journalism


Publik yang turut serta berpartisipasi dalam kegiatan jurnalistik, seperti menganalisa berita, posting, dan sebagainya.



BAB V

(Kesimpulan dan sumber)


V.I Kesimpulan


Ternyata tanpa kita sadari banyak sekali tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teknologi di Indonesia. Pengetahuan baru mengenai sejarah dan perkembangan-perkembangan media online sampai saat ini, mengharapkan kita untuk dapat lebih kreatif lagi dalam mengembangkan media online di Indonesia menjadi lebih canggih lagi, sehingga dapat membuat lebih banyak keuntungan dalam mengkonsumsi media online.


V.II Sumber


www.google.com; wikipedia:www.blogspot.com

www.detik.com







You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com

Kamis, 11 September 2008

Dunia Jurnalistik

(POSTING III)

Berdasarkan hasil pengalaman saya dalam mengikuti seminar jurnalistik yang dibawakan oleh seorang pembicara dari Jerman, yaitu Bpk Hendra Pasuhuk. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai dunia jurnalistik. Bpk Hendra Pasuhuk adalah seorang jurnalis di Jerman yang mengawali karirnya sebagai jurnalis freelance.

Salah satu pertanyaan yang pertama kali terlontar oleh beliau adalah :
"Mengapa jurnalistik banyak disebut sebagai jurnalisme?"

Seperti yang kita tahu bahwa akhiran –isme biasanya mengandung unsur akademis. Seperti misalnya seorang dokter baru dapat diakui menjadi seorang dokter apabila, ia adalah seorang lulusan dari jurusan kedokteran.
Maka jurnalis dapat disebut jurnalisme apabila memiliki
faham atau idealisme serta standar nilai yang dipertahankan.


Jurnalis tidak dilindungi secara akademis. Maka seorang jurnalis baru dapat dianggap sebagai seorang jurnalis apabila hasil karyanya diakui oleh orang banyak. Seorang jurnalis harus bekerja secara kreatif. Hal ini merupakan unsur yang paling utama.

Perbedaan antara jurnalis freelance dengan jurnalis yang merupakan karyawan tetap adalah terletak pada kebebasannya. Tentu saja jurnalis freelance bebas menentukan tema yang akan ia tulis, serta lebih santai dalam membuat hasil tulisannya, karena tidak dibatasi oleh waktu dan aturan apapun. Namun seorang jurnalis freelance tidak mendapatkan gaji pokok seperti karyawan tetap pada umumnya.


Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang jurnalis adalah berhati-hati terhadap politisi, pengusaha, dan humas. Mereka banyak ditakuti oleh para jurnalis. Namun mereka ditakuti bukan karena perbuatan jahat mereka, melainkan karena kepentingan-kepentingan yang mereka miliki.


Selain berdasarkan pengetahuan yang saya dapatkan dari seminar jurnalistik tersebut, saya juga mencari pengetahuan mengenai arti jurnalistik melalui website.
Arti jurnalisme menurut artikel yang saya baca melalui beritanet.com adalah bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang, termasuk tren, masalah, dan tokoh. Orang yang mempraktekkan kegiatan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

Aktifitas utama dalam jurnalisme adalah pelaporan kejadian dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (dalam bahasa inggris dikenal dengan 5W+1H) dan juga menjelaskan kepentingan dan akibat dari kejadian atau tren. Jurnalisme meliputi beberapa media: koran, televisi, radio, majalah dan internet sebagai media massa terbaru.



Kejadian-kejadian yang muncul atau timbul secara disengaja ataupun tidak disengaja dalam masyarakat akan disusun oleh para jurnalis, sehingga menghasilkan sebuah berita. Sedangkan berita memiliki arti bahwa semua hal yang terdapat dalam surat kabar atau media cetak, serta semua yang ditayangkan melalui audio atau video disebut sebagai berita. Seperti yang kita tahu bahwa hal yang terpenting dalam dunia jurnalistik adalah pemberitaan. Oleh karena itu suatu media dikatakan baik apabila informasi atau berita yang dihasilkan juga baik.


Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam dunia jurnalistik adalah fakta, opini serta desas-desus. Fakta adalah suatu kejadian yang benar-benar terjadi. Opini adalah suatu pendapat. Para pembaca sedikit banyak memerlukan pula adanya opini yang jelas untuk membantu dalam menilai suatu berita. Sedangkan desas-desus adalah pernyataan yang dibuat oleh sumber berita, namun belum cukup memadai, sehingga sering terjadi munculnya pemberitaan yang tidak menyebutkan sumber secara jelas.

Ternyata seorang jurnalis dapat juga menyebarkan hasil pencarian beritanya melalui media online atau internet. Salah satu contoh konkretnya adalah melalui blogger. Blogger adalah penulis catatan harian di internet atau halaman web. Blogger juga merupakan pengguna internet yang rajin mengisi weblog. Namun blogger tidak hanya diciptakan bagi seorang jurnalis saja, tetapi kita sebagai masyarakat awam pun bisa turut ikut berpartisipasi dalam pengisian informasi apapun melalui weblog. Oleh karena masyarakat awam pun boleh ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengisian weblog, maka hasil pemberitaan dalam weblog tidak dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Sehingga untuk mencari berita yang akurat atau memiliki kepastian kebenarannya dapat ditemui melalui media lain, seperti koran harian, berita tv, radio, dsb. Kelebihan blogger antara lain adalah dapat membantu masyarakat dalam menyampaikan ide kreatif, aspirasi, serta opini.



CAROLIN
915070117





You've Got A Friend.mp3


Free Search Mp3 Code at www.codelagu.com


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by ArchiThings.Powered by Blogger